Acara diskusi Resolusi Integrasi Bangsa si Gedung KNPI Kota Malang dihadiri sederet tokoh ternama Kota Malang. (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

Acara diskusi Resolusi Integrasi Bangsa si Gedung KNPI Kota Malang dihadiri sederet tokoh ternama Kota Malang. (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).



khir-akhir ini, Indonesia tengah dilanda  isu disintegrasi. Namun, meski diakui bangsa ini tengah berada di pusaran itu, banyak tokoh sepakat NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) merupakan harga mati. 

Hal itu kembali ditegaskan dan dikupas habis dalam diskusi Resolusi Integrasi Bangsa yang digelar di gedung KNPI Kota Malang, Sabtu (14/9/2019) malam.

Hadir sebagai pembicara adalah Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander, Dandim 0833 Kota Malang Letkol Inf Tommy Anderson, tokoh perempuan Kota Malang Laily Fitria Liza Min Nelly, dan pengamat hukum tata negara Dr Fatkhurohman SH MH. Diskusi dihadiri puluhan mahasiswa di seluruh perguruan tinggi Malang Raya.

Dalam diskusi itu, setiap pembicara menyampaikan beberapa hal berkaitan dengan isu yang tengah berkembang. 

Beberapa hal berkaitan dengan konsep dan ideologi bangsa juga dibahas secara tuntas di dalamnya. 

Tanpa kecuali perjalanan Indonesia menjadi satu kesatuan yang telah disepakati oleh para pejuang bangsa.

Berikut ini beberapa poin penting yang berhasil dirangkum MalangTIMES dari proses diskusi yang berlamgsung kurang lebih dua jam itu.

1. Pandangan Dandim 0833 Kota Malang Letkol Inf Tommy Anderson

Dalam pemaparan pertamanya, Tommy menegaskan tentang pentingnya pemaknaan sejarah dalam perjalanan bangsa ini. 

Dia menilai, konsep kebangsaan Indonesia akan didapat melalui sederet perjalanan bangsa yang tertera dalam sejarah. 

Meski di sisi lain bangsa Indonesia harus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, sebagai bagian dari pendewasaan diri, bukan berarti konsep yang sudah disepakati seenaknya saja diubah dengan paham dan ideologi baru.

"Kita sudah merdeka 74 tahun, gunakan waktu, tenaga dan fikiran untuk masa depan bangsa. Bukan lagi malah sibuk otak-atik konsep dan ideologi bamgsa yang sudah disepakati bersama," tegasnya.

Di tengah perkembangan zaman yang tak bisa dibendung itu, ia menilai generasi bangsa harus berpegang teguh pada Pancasila ssbagai ideologi bangsa. 

Selain itu, konsep NKRI harus terus dijaga dan tidak memberi ruang baru pada ideologi dan konsep negara lain.

"Konsep dan ideologi negara kita sudah diakui dunia, kenapa kita masih mempertanyakan itu. Tapi ketika ada pertentangan, kita semestinya menghadapi dengan kepala dingin," jelasnya.

Tak hanya itu, dalam sesi tanya jawab, dia juga menegaskan tentang konsep rasisme yang menurutnya itu pandangan tak benar. 

Dia pun mengajak seluruh mahasiswa yang hadir untuk tak terjebak dengan konsep rasisme yang kemudian digiring pada narasi yang tak benar.

"Hati-hati dengan lebel rasisme yang mengekor pada narasi yang seolah menyebut jika Indonesia terjadi disintegrasi. Karena itu sangat tidak benar," tegasnya lagi.

"Konsep bangsa sebenarnya harus diingatkan. Kita beragam dan sepakat untuk menjadi satu kesatuan atau bersatu. Itu sebenarnya rohnya yang dijelaskan dalam perjalanan negeri ini.
Pemuda harus update dengan perkembangan sekarang tapi tak meninggalkan esensi NKRI," tambahnya.

2. Pandangan Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander

Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander menilai, keamanan dan ketertiban sebuah daerah menjadi tanggung jawab bersama. 

Ketika masyarakat mampu bersinergi dengan pihak keamanan, maka kenyamanan dan keamanan dapat terus terjalin.

"Kepolisian wajib memberikan rasa aman dan nyaman. Polri akan selalu hadir dan dirasakan masyarakat," katanya.

Lebih jauh dia menerangkan peran kepolisian dalam menangani kasus hukum. Di mana kepolisian menurutnya memiliki upaya dan kode etik untuk memberi keamanan dan kenyamanan. 

Artinya, hukum yang berlaku selalu memiliki dasar dan menyuguhkan fakta. 

"Dan aspek kemanusiaan tentu menjadi satu kesatuan di dalamnya," jelasnya.

3. Tanggapan Tokoh Perempuan Kota Malang Laily Fitria Liza Min Nelly

Sebagai tokoh perempuan, Nelly menyampaikan, pendidikan utama untuk membentuk karakter anak sebagai penerus bangsa adalah ibu. 

Dalam hal ini, ia menilai seorang ibu memiliki peran besar untuk mengenalkan Pancasila sebagai ideologi bangsa kepada anaknya sejak dini. 

"Perempuan dan ibu memiliki peran strategis, karena pendidikan pertama itu di rumah," jelasnya.

Dia juga menyampaikan jika kebersamaan harus terus dibangun. Sebab, kodratnya Indonesia memang lahir dari keberagaman yang telah disepakati sejak awal. 

Sehingga ia menyarankan agar generasi penerus bangsa bersikap lebih dewasa dengan membuat gebrakan dan inovasi baru dan menjadikan citra Indonesia di dunia lebih diakui.

"Dan Kota Malang ini saya rasa menjadi miniatur Indonesia. Ada banyak mahasiswa dari berbagai penjuru Indonesia. Ini menjadi contoh kita selalu bersama dan bergandengan tangan," urainya.

4. Tanggapan Pengamat Hukum Tata Negara Dr Fatkhurohman SH MH

Pengamat hukum dan tata negara yang tak asing nagi publik Kota Malang ini menyampaikan, konsep NKRI harga mati sudah mendarah daging.

Namun memang diterpa isu tak sedap dan itu menjadi hal yang lumrah untuk mendewasakan sebuah negara.

"Perjalanan bangsa sampai usia 74 ukurannya apakah Indonesia benar-benae daulat, adil, dan makmur? Ini secara sebstansial menjadi sesuatu yang subjektif. Kalau kita masuk ke konsep itu, maka ketiganya akan diartikan sama. Wajar ketika ada kekurangan di sana sini dan memang harus dipulihkan," katanya.

Menurut dia, munculnya pergeseran dalam disintegrasi harus disikapi dengan tegas. 

Bibit itu harus diwaspadai karena berkaitan dengan udeologi. 

Sebab Pancasila menjadi ideologi final Indoesia yamg telah disepakati dan tak diperkenankan untuk diotak-atik kembali.

Selanjutnya faktor lain yang memunculkam diaintegrasi menurutnya adalah faktor demografi.

Keberagaman menurutnya menjadi pekerjaan rumah yang harus dilalui tanpa dibumbui rasa perbedaan.

Tak hanya itu, ia juga menyebut jika kekayaan alam menjadi salah satu faktor penyebab disintegrasi. 

Sehingga negeri ini ia sebut harus berperan aktif dalam menjaga setiap tekanan ekonomi yang menyangkut kekayaan alam.

"Jangan sampai kekayaan alam menjadi permasalahan disintegrasi dan toleransi," jelasnya.

Tag's Berita

End of content

No more pages to load