KUPT Dinas Pendidikan Besuki, Suharni / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES
KUPT Dinas Pendidikan Besuki, Suharni / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES

Sejumlah aspirasi yang disampaikan wali murid Sekolah Dasar Negeri 3 Besole disambut Suharni, Kepala UPT Dinas Pendidikan Besuki Kabupaten Tulungagung.

 Pasca kedatangan perwakilan wali murid itu, Suharni mengatakan akan langsung menindak lanjuti keluhan wali murid dan membawanya ke Dinas Pendidikan, Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Tulungagung.

"Kita ketahui para wali murid ini telah menyampaikan aspirasinya, segera kita tindaklanjuti dan kita laporkan ke dinas," ujarnya.

Dirinya selalu KUPT tidak dapat memberikan keputusan sendiri, karena kewengan mutasi guru yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) perlu rekomendasi dinas dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Tulungagung.

"Kita hanya menampung masalah ini, tentu tidak bisa memutuskan sendiri. Kita segera sampaikan ke Dinas untuk mendapatkan solusi pada permasalahan ini," kata Suharni.

Terkait pengaduan dugaan kekerasan yang dilakukan oknum guru di sekolah tersebut, Suharni akan melakukan klarifikasi pada guru yang disebut wali murid.

"Yang itu harus di klarifikasi, karena saat ini guru ini dilematis, hanya menaruh tangan di pipi murid bisa di salah artikan sebagai kekerasan. Makanya kita klarifikasi dulu apakah benar atau tidak," tambahnya.

Dirinya juga minta agar masalah itu tidak mengganggu proses belajar mengajar dan meminta agar anak-anak tetap mendapatkan haknya untuk mendapatkan pendidikan.

"Anak-anak harus tetap mendapatkan haknya untuk mendapatkan pelajaran," tegasnya.

Sementara itu, salah satu orang tua yang ikut dalam pertemuan itu mengatakan bahwa anaknya yang sekolah di SD Negeri 3 Besole mendapat perlakuan kekerasan.

"Kata anak saya, temannya ada yang di tampar pipinya dan juga di cubit bagian iganya hingga kesakitan. Entah itu ada dendam pribadi atau apa kok sampai anak-anak jadi sasaran," katanya yang tidak mau disebutkan namanya itu.

Sebelumnya, Sejumlah wali murid mendatangi sekolah dasar negeri 3 Besole Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung Kamis (13/02) sekitar jam 8.30 wib. Meski jam belajar masih harus dilaksanakan, sejumlah wali murid memaksa anaknya pulang lantaran geram dengan kebijakan sekolah yang memindahkan tiga guru.

Sekolah yang letaknya berjajar yakni SD Negeri 2 dan 3 Besole itu sudah sepakat di merger atau digabung. Namun, pada praktiknya kedua sekolah belum bersama-sama baik dalam kegiatan belajar mengajar dan lainnya.

Puncaknya, saat mengetahui tiga guru diantara empat guru yang dianggap kesayangan murid yakni Lusiyah, Eka Kurniadi, Elly Puspitasari dan Erwan Eksanu Rohman telah pindah, wali muridpun meradang.

Di UPT sejumlah perwakilan wali murid selain diterima kepala UPT juga hadir pengawas dan kepala sekolah SDN 3 Besole Jumarli.