Terdapat video viral pada Kamis (27/2/2020) yang menunjukkan seorang ibu-ibu menangis diduga pelaku penculikan anak. Wanita itu kemudian diinterogasi oleh petugas kepolisian dalam sebuah ruangan. Namun setelah dikonfirmasi, ternyata video yang beredar itu hoaks.

Hal itu dibenarkan oleh Kasubbag Humas Polres Metropolitan Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing. “Hoaks itu,” kata Erna dikutip dari SuaraJabat.id.

Ia menjelaskan video yang beredar itu adalah video hoaks. Pihaknya telah berkoordinasi dengan unit ciber soal video yang tengah viral.

Dan itu merupakan video yang berbedar pada tahun 2019 silam. Hanya saja Erna tidak disebutkan di mana tepatnya kejadian tersebut.
 

“Kejadian itu sudah lama, tahun lalu. Dan (kasusnya) bukan penculikan. Hoaks itu,” katanya. Sedang sebelumnya, terlihat dari video yang berbeda dengan durasi 2 menit 16 detik itu petugas polisi itu mengintrogasi tersangka di asrama tersebut.

Polisi dan masyarakat itu meringkus tersangka seorang perempuan berhijab merah dengan pakaian hitam di dalam asmara Lanud Blang Bintang, Aceh Besar, Provindi Aceh. Dalam video itu memperlihatkan korbannya seorang anak kecil mengenakan pakaian berwarna merah

“Alhamdulillah belum sampai dibawa,” ucap salah satu petugas polisi dalam rekamannya. Kemudian petugas polisi mengungkapkan cara mengambil anak tersebut dengan mengambil helm.

“Kenapa begitu, niatnya ambil anak untuk apa?,” tanya salah satu petugas polisi. Sayangnya ibu-ibu itu hanya bisa menggelengkan kepala sambil mengusap air mata dengan menggunakan hijab berwarna merah.

Petugas itu pun kembali menanyakan temannya di mana. Namun rupanya rasa penyesalanlah yang dirasakan saat itu, sehingga tidak mampu mengucapakan kata-kata.

Saat dibawa keluar dari ruangan menuju mobil polisi, sudah banyak masyarakat mengurumi kantor tersebut. Diduga kejadian itu terjadi di kawasan Lanud Blang Bintang, Aceh Besar, Provindi Aceh. Kali ini modusnya menyamar menjadi orang gila dan membius agar bisa menculik anak.

Untuk melancarkan aksinya itu, ibu-ibu yang tertangkap menyamar menjadi orang gila. Kemudian  dengan memakai sarung tangan, salah satunya sudah diberi obat bius.