Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar (kanan) saat memimpin sertijab (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)
Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar (kanan) saat memimpin sertijab (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)

Rotasi jabatan di Polres Malang kembali terjadi. Kali ini giliran AKP William Thamrin Simatupang yang dimutasi sebagai Subdit Regident Dit Lantas Polda Jatim. Sedangkan jabatan sebagai Kasat Lantas Polres Malang yang ditinggalkan, bakal digantikan oleh AKP Diyana Suci Listyawati.

Merujuk pada surat telegram bernomor ST/346/II/Kep/2020, yang dikeluarkan Polda Jatim pada tanggal 24 Februari 2020 lalu. Jabatan sebagai Kasat Lantas di Polres Malang ini bukan hal baru bagi AKP Diyana Suci Listyawati.

Sebab, sebelumnya perwira polisi dengan pangkat tiga balok di bahu ini, menjabat sebagai Kasat Lantas di wilayah hukum Polres Batu. ”Saya harap Kasat Lantas yang baru bisa segera beradapasi di lingkungan Polres Malang,” kata Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar saat memimpin sertijab (Serah Terima Jabatan), Senin (23/3/2020).

Menurut Hendri, jabatan sebagai Kasat Lantas Polres Malang bukanlah hal gampang. Wilayah hukum yang luas, serta karakteristik masyarakat yang beraneka ragam membuat pihak kepolisian dituntut senantiasa memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

”Beberapa hari lalu, Polres Malang membuat inovasi pelayanan SIM Salabim (SIM Sambil Jalan Lebih Mudah). Semoga dengan adanya pergantian jabatan, Kasat Lantas yang baru menjabat bisa terus berinovasi seperti yang sebelumnya-sebelumnya,” ungkap Hendri.

Sebagai informasi, SIM Salabim merupakan sistem perpanjangan surat ijin mengemudi yang berbasis drive thru. Artinya masyarakat yang mengurus SIM A maupun C tidak perlu pergi jauh dari kedaraannya saat mengurusnya.

”Ketika dipimpin AKP William Thamrin Simatupang selama 1 tahun 2 bulan, banyak inovasi baru yang dilakukan oleh Satuan Lalu Lintas Polres Malang. Di antaranya Public Servis 3 In 1, SIMANIS, Pembangunan Pospol Karanglo, hingga Juara 3 Lomba KTL,” terang Kasubbag Humas Polres Malang, Ipda Nining Husumawati.

Jika dilihat secara keseluruhan, inovasi yang dilakukan Satlantas Polres Malang memang didominasi pelayanan SIM. Maklum saja, jika dirata-rata jumlah pelanggaran lalu lintas di wilayah hukum Polres Malang memang didominasi karena tidak memiliki SIM.

”Sejak 2017 lalu, data Satlantas Polres Malang menunjukkan jika ada lebih dari 30 ribu pengguna jalan yang ditilang. Penyebabnya karena tidak memiliki SIM, dan didominasi kalangan pelajar,” tutup Nining.