Penyemprotan disinfektan oleh tim BMH Malang ke rumah warga (Istimewa).
Penyemprotan disinfektan oleh tim BMH Malang ke rumah warga (Istimewa).

Turut bergerak membasmi virus Corona, Baitul Mal Hidayatullah (BMH) layani semprot disinfektan serta edukasi Covid-19 kepada masyarakat di Malang Raya. Sejak satu pekan lalu, tim bergerak melakukan penyemprotan.

Humas BMH (Baitul Mal Hidayatullah) Jatim gerai Malang, Ruwiyanto menyampaikan, penyemprotan dilakukan di sekolah, rumah pribadi, area perkantoran, hingga  tempat beribadah. Penyemprotan diutamakan di daerah yang terdapat Orang Dalam Pantauan (ODP).

"Dan saat ini sudah banyak yang antre, namun kami memang memprioritaskan untuk daerah yang terdapat ODP," katanya, Rabu (25/3/2020).

Ruwi menjelaskan, penyemprotan juga dilaksanakan sesuai dengan urutan antrean yang masuk. Selama ini, masyarakat yang hendak memanfaatkan jasa penyemprotan disinfektan BMH dapat menghubungi hotline 0817383380.

Masyarakat yang membutuhkan pun dapat menghubungi nomor tersebut untuk mendapat nomor antrean. Nantinya, penyemprotan disinfektan akan dilaksanakan dengan melakukan kerjasama bersama beberapa pihak. Terutama dengan perangkat daerah terkait di Malang Raya.

"Sampai sekarang sudah ada delapan antrean yang harus bersabar," imbuh Riwi.

Sementara berkaitan dengan biaya, dijelaskan jika penyemprotan tak mematok harga khusus. Melainkan mengutamakan infaq bagi masyarakat yang hendak memanfaatkan layanam tersebut.

Karena dalam kegiatan tersebut, BMH juga bekerjasama dengan 
Lembaga Zakat Malang Raya, yaitu Forum Zakat. Infaq tersebut akan dimanfaatkan untuk mensubsidi cairan disinfekyan.

"Jika ada request khusus satu rumah kami harapkan ada infaq, namun untuk masjid, sekolah dan fasilitas umum sifatnya free alias gratis," jelasnya.

Lebih jauh Ruwi menerangkan jika selain melakukan penyemprotan disinfektan, pihaknya juga telah bekerjasama dengan IDI dan Dinkes Kota Malang untuk melakukan edukasi ke beberapa korporasi.

Salah satunya untuk melakukan pencegahan terhadap persebaran virus Corona. Sosialisasi dan edukasi dilakukan dengan berbagai cara, menyesuaikan dengan ketentuan yang ditetapkan agar tak membuat kerumunan.

"Sekarang edukasi bisa melakukan berbagai cara dan kami manfaatkan secara online. Karena anjuran pemerintah untuk menghindari kerumunan," pungkas Ruwi.